Persela Lamongan tunduk pada Arema

Persela Lamongan tunduk pada Arema

Persela Lamongan tunduk pada Arema, 2-0 pada lanjutan Kejuaraan Sepak Bola Torabika (TSC) 2016. Raihan tiga angka dalam laga di Stadion Surajaya, Lamongan, Senin (18/7/2016), membuat Arema kembali ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 23 poin.

Kondisi ini bertolak belakang dengan Persela. Hasil negatif di markas sendiri membuat Laskar Joko Tingkir menghuni dasar klasemen dengan raupan enam poin.

Laga ini berjalan alot sejak peluit sepak mula ditiup oleh wasit Abdul Rahman Saleh. Namun, Arema berhasil mengancam gawang Persela lewat sepakan keras Ahmad Nufiandani pada menit ke-15.

Tersentak, Persela menambah intensitas serangan. Hasilnya, hanya berselang empat menit Kurnia Meiga harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari tendangan keras Herman Dzumafo pada menit ke-26 dan Zulvin Zamrun pada menit ke-30.

Bermain tandang, Arema terbukti lebih agresif menyerang. Tetapi, peluang yang dihasilkan Cristian Gonzales Cs masih gagal dikonversi menjadi gol. Alhasil, papan skor 0-0 tidak berubah hingga paruh pertama usai.

Pada babak kedua, Arema berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-65 lewat akselerasi pemain pengganti, Sunarto.

Persela Lamongan tunduk pada Arema

Pada menit ke-83, Arema menutup kemenangan lewat sepakanfirst time Cristan Gonzales setelah mendapat umpan manja dari Antoni Putro.

Pada laga lain, Perseru Serui sukses mengalahkan PS TNI dengan skor 2-1 di Stadion Marora, Serui, Senin (18/7/2016) sore. Dua gol kemenangan Cendrawasih Jingga, julukan Perseru, dicetak oleh Yoksan Ama pada menit ke-42 dan 85, sedangkan gol hiburan The Army, julukan PS TNI, diciptakan oleh Manahati Lestusen pada menit ke-89.

Kemenangan tersebut membuat posisi Perseru melesat ke ranking 12 klasemen sementara TSC dengan 12 poin. Apes buat PS TNI, karena kekalahan ini membuat posisi mereka tetap di urutan ke-18 dengan raihan enam poin. (Segaf Abdullah)

Persela Lamongan 0-2 Arema Cronus

Perseru Serui 2-1 PS TNI

Susunan Pemain

Persela (4-2-3-1): 1-Choirul Huda, 3-Samsul Arifin (36-Edy Gunawan 75′), 87-Kristian Adelmund, 5-Taufiq Kasrun 12-Muhammad Zainal Haq; 44-Tamsil Sijaya, 8-Jose Galan; 32-Victor Pae (2-Zainal Arifin 53′), 9-Zulvin Zamrun, 22-Dendi Sulistyawan, 99-Herman Dzumafo

Pelatih: Sutan Harharah

Arema (4-2-3-1): 1-Kurnia Meiga, 7-Beny Wahyudi, 16-Goran Ganchev, 23-Hamka Hamzah, 87-Ahmad Alfarizi; 77-Juan Revi (4-Syaiful Indra Cahya 68′), 94-Ferry Aman Saragih (9-Gustavo Giron 80′); 8-Raphael Maitimo, 88-Antoni Putro Nugroho, 99-Ahmad Nufiandani (15-Sunarto 34′), 10-Cristian Gonzales

Daftar pemain terbaik di Eropa, nomor 5 dan 9 rival bebuyutan

Daftar pemain terbaik di Eropa, nomor 5 dan 9 rival bebuyutan

Daftar pemain terbaik di Eropa, nomor 5 dan 9 rival bebuyutan,UEFA merilis daftar pemain yang akan bersaing untuk jadi Pemain Terbaik di Eropa 2015-16. Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Antoine Griezmann termasuk di dalamnya.

Daftar itu didasarkan dari pilihan jurnalis dari ke-55 anggota asosiasi UEFA yang memilih lima pemain terbaik versi mereka; posisi pertama mendapat lima poin, posisi kedua empat poin, dan seterusnya.

Pada prosesnya terpilih 10 pemain dengan perolehan poin paling banyak.UEFA.com menyebut mereka akan memasuki fase pemilihan kedua, yang bakal menentukan tiga finalis pada 5 Agustus mendatang.

Pemenang kemudian akan ditentukan oleh pilihan juri, dengan pengumuman tersebut dilakukan pada pengundian fase grup Liga Champions di Monacoo pada 25 Agustus mendatang.

 

Daftar pemain terbaik di Eropa, nomor 5 dan 9 rival bebuyutan

Penghargaan Pemain Terbaik di Eropa ini sendiri diberikan kepada para pesepakbola yang bermain untuk klub Eropa dan dikategorikan tampil paling jempolan pada musim sebelumnya.

Musim lalu penghargaan itu disabet oleh Lionel Messi dari Barcelona. Itu merupakan kali kedua ia meraih penghargaan tersebut.

Selain Messi ada pula nama-nama Cristiano Ronaldo, Franck Ribery, dan Andres Iniesta yang pernah menyandang penghargaan itu sejak diciptakan UEFA 2011 lalu.

Berikut 10 kandidat untuk musim 2015-16 (menurut susunan alfabetis):
Gareth Bale (Real Madrid & Wales)
Gianluigi Buffon (Juventus & Italia)
Antoine Griezmann (Atlético Madrid & Prancis)
Toni Kroos (Real Madrid & Jerman)
Lionel Messi (Barcelona & Argentina)
Thomas Müller (Bayern Munich & Jerman)
Manuel Neuer (Bayern Munich & Jerman)
Pepe (Real Madrid & Portugal)
Cristiano Ronaldo (Real Madrid & Portugal)
Luis Suárez (Barcelona & Uruguay)

Secara keseluruhan, ada 37 pemain yang menjaring suara dalam pemilihan awal; mereka yang tidak masuk daftar nominator 10 besar adalah sebagai berikut sesuai posisi finisnya:
11 Riyad Mahrez (Leicester & Aljazair)
12 Jamie Vardy (Leicester & Inggris)
13 Dimitri Payet (West Ham & Prancis)
14 Jérôme Boateng (Bayern Munich & Jerman)
15 Arturo Vidal (Bayern Munich & Chile)
16 Luka Modri (Real Madrid & Kroasia)
17 N’Golo Kanté (Leicester & Prancis)
18 Zlatan Ibrahimovi (Paris Saint-Germain/Manchester United & Sweden)
19= Eden Hazard (Chelsea & Belgia)
19= Andrés Iniesta (Barcelona & Spanyol)
19= Neymar (Barcelona & Brasil)
19= Renato Sanches (Benfica/Bayern Munich & Portugal)
23 Robert Lewandowski (Bayern Munich & Polandia)
24 Gonzalo Higuaín (Napoli & Argentina)
25= Giorgio Chiellini (Juventus & Italia)
25= Diego Godin (Atlético Madrid & Uruguay)
25= Will Grigg (Wigan & Irlandia Utara)
25= Hugo Lloris (Tottenham & Prancis)
25= Paul Pogba (Juventus & Prancis)
30= Toby Alderweireld (Tottenham & Belgia)
30= Pierre-Emerick Aubameyang (Borussia Dortmund & Gabon)
30= Kevin De Bruyne (Manchester City & Belgia)
30= Kevin Gameiro (Sevilla & Prancis)
30= Grzegorz Krychowiak (Sevilla/Paris Saint-Germain & Polandia)
30= Blaise Matuidi (Paris Saint-Germain & Prancis)
30= Georges-Kévin N’Koudou (Marseille & Prancis)
30= Jan Oblak (Atlético Madrid & Slovenia)

Juventus terlibat masalah hukum dengan Nike

Juventus terlibat masalah hukum dengan Nike

Juventus terlibat masalah hukum dengan Nike akibat logo tiga bintang yang dipasang di jersey-nya. Bianconeri pun dituntut membayar sejumlah ganti rugi.

Permasalahan hukum antara Nike dengan Juventus terkait dengan penolakan perusahaan aparel asal Amerika Serikat itu untuk memasang logo tiga bintang pada tahun 2012 lalu. Ketika itu Juventus memenangi Scudetto untuk kali ke-30, namun otoritas Liga Italia menegaskan mereka baru punya 28 titel lantaran dua yang diraih pada 2004/2005 dan 2005/2006 dicoret karena kasusCalciopoli.

Juventus terlibat masalah hukum dengan Nike

Sebagai ganti tiga bintang, Nike dan Juventus sepakat menambahkan teks ’30 di atas lapangan” pada sisi bawah logo klub di dada kiri jersey. Tapi Nike kemudian menemukan kalau Juventus melanggar kesepakatan tersebut dan telah menjual jersey serta merchandise dengan logo tiga bintang.

Pada Minggu (16/7/2016) kemarin di Italia beredar kabar kalau pengadilan telah menyatakan Juventus bersalah. Sebagai konsekuensinya mereka diwajibkan membayar denda sebesar 2 juta euro, jauh lebih rendah dari yang sebelumnya sempat diminta Nike yakni 50 juta Euro.

Nike merasa pihak Juventus sudah gagal mematuhi kesepakatan bersama dan tidak memiliki niatan baik atas kerjasama yang dijalin.

Pihak Juventus kemudian mengeluarkan pernyataan resmi soal kasus tersebut. Mereka tidak membantah pemberitaan yang berkembang, namun menyangkal jumlah uang denda yang diwajibkan oleh pengadilan. Berikut poin-poin pernyataan Juventus, dikutip dari situs resmi mereka:

– Jumlah uang yang harus dibayarkan jauh di bawah dua juta euro

– Jumlah uang tersebut tidak ada kaitannya dengan (kalimat) ’30 di atas lapangan’, yang menghasilkan keuntungan komersial untuk Nike sebagaimana diketahui oleh pengadilan arbitrasi.

– Juventus masih memegang semua hak, termasuk banding yang diajukan ke pengadilan arbitrasi.

Juventus saat ini sudah tidak lagi disponsori Nike. Dalam dua musim terakhir mereka beralih dapat dukungan dari Adidas. Terlepas dari dua gelar yang dicabut, mereka kini sudah mengumpulkan 30 titel Serie A.

Messi dan Iniesta batal tampil, Arda dan Puyol dalam posisi aman

Messi dan Iniesta batal tampil, Arda dan Puyol dalam posisi aman

Messi dan Iniesta batal tampil, Arda dan Puyol dalam posisi aman, Bintang Barcelona Lionel Messi kemungkinan batal tampil pada laga amal di Turki. Messi membatalkan penerbangan ke Turki pada hari Sabtu (16/7/2016) pagi akibat adanya kudeta militer di negara tersebut.

Messi bersama sejumlah pesepakbola ternama seperti Eden Hazard, Luis Suarez, Andres Iniesta, Neymar, Jay Jay Okocha hingga Diego Maradona seharusnya tampil pada laga amal di Antalya pada hari Sabtu ini.

Laga amal tersebut digagas mantan penyerang Barcelona Samuel Eto’o dengan mempertemukan tim Bintang Dunia melawan Bintang Turki. Penghasilan dari pertandingan ini akan dipakai untuk yayasan amal milik Eto’o.

Namun situasi yang tidak jelas di Turki akibat kudeta militer pada Jumat malam membuat Messi dan Iniesta kemungkinan membatalkan kehadirannya.

Messi dan Iniesta batal tampil, Arda dan Puyol dalam posisi aman

Barcelona mengumumkan Messi dan Iniesta masih berada di Spanyol pada Sabtu pagi. Padahal keduanya seharusnya sudah terbang ke Turki.

Beberapa pemain dan eks pemain Barcelona sudah berada di Turki seperti Arda Turan, Carles Puyol, Deco dan Erick Abidal. Untungnya mereka semua tidak menjadi korban kudeta militer yang menewaskan 42 orang.

“Messi dan Iniesta masih berada di Spanyol. Turan, Puyol, Deco dan Abidal berada jauh dari lokasi berbahaya dan sudah menghubungi klub,” demikian rilis resmi Barcelona.

Status laga amal yang digagas Eto’o sendiri hingga berita ini diturunkan masih belum jelas. Media Spanyol Marca menduga laga tersebut akan dibatalkan.

Belum jelas apakah pertandingan amal yang direncanakan, yang akan berlangsung pada Sabtu di Antalya, kira-kira 500 kilometer dari Istanbul, akan masih dilangsungkan atau tidak.

“Pertandingan ini didukung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan bisa disaksikan oleh 33.00 penonton,” demikian tulis pernyataan resmi Eto’o, pekan lalu.

Akan tetapi, kudeta militer di Turki bisa mengacaukan jadwal tersebut. Dilansir dari Foxsports, Messi telah membatalkan penerbangannya ke Turki lantaran adanya kudeta terhadap pemerintah tersebut.

Kondisi saat ini di Turki memang tengah tak menentu. Upaya kudeta dari pihak militer direspons negatif oleh rakyat Turki. Mereka turun ke jalan untuk melakukan protes.

Kejadian tersebut memang berpusat di Istanbul. Namun, bisa saja berimbas pada laga amal yang digagas Samuel Eto’o.

Beberapa hal yang berdampak negatif bagi Messi

Beberapa hal yang berdampak negatif bagi Messi

Beberapa hal yang berdampak negatif bagi Messi, belakangan ini publik seakan lupa dengan pencapaian-pencapaian hebat Messi itu. Kini, Messi lebih banyak dibicarakan akibat hal-hal negatifnya. Saking hebohnya,Sportskeeda melansir lima masalah yang kini membelit pemain berjulukan La Pulga alias “Si Kutu” itu.

1. Pajak
Sejatinya, permasalahan pajak sudah menimpa Messi selama beberapa tahun terakhir. Ia dan ayahnya, Jorge Horacio Messi, dituduh melakukan penipuan pajak di Spanyol dengan nilai mencapai 4 juta euro (sekitar Rp 61 miliar) antara 2007-2009.

Pihak berwenang menuduh mereka menggunakan perlindungan pajak di Belize dan Uruguay untuk menyembunyikan penghasilan mereka dari penjualan hak citra diri Messi. Bukti yang dibawa ke persidangan antara lain kontrak Messi dengan Banco Sabadell, Danone, Adidas, Pepsi-Cola, Procter and Gamble, dan Kuwait Food Company.

Akibatnya, Messi pun dijatuhi vonis hukuman 21 bulan penjara dan diwajibkan membayar denda 2 juta euro. Messi bisa lolos dari kurungan penjara jika mengajukan banding atas putusan pengadilan.

2. Bungkam Saat Bermasalah
Sejak kasus pajaknya kembali menyeruak, Messi belum sekali pun bicara di hadapan media. Ia mengambil sikap puasa bicara sambil menunjukkan sikap polosnya. Messi menyerahkan kewajibannya untuk memberikan keterangan kepada tim pengacaranya.

Ternyata, sikap puasa bicara itu membuat Messi banjir dukungan. Barca menjadi pihak yang paling menentang hal tersebut dan menyebut keputusan Pengadilan Spanyol sebagai serangan pribadi. Uniknya adalah alasan Barca melakukan pembelaan habis-habisan untuk Messi.

Beberapa hal yang berdampak negatif bagi Messi

3. Selalu Gagal di Timnas
Bicara mengenai prestasi Messi di Barca dan Argentina ibarat langit dan bumi. Ia adalah pemain yang bertabur prestasi kala berseragam Blaugrana. Sudah banyak gelar dan penghargaan yang didapat Messi berkat penampilannya di atas rumput hijau.

Namun, berbanding terbalik saat melihat perjalanan Messi bersama Argentina. Hingga kini, belum ada prestasi yang bisa diraih Messi bersama La Albiceleste. Padahal, pemain berusia 29 tahun itu sudah empat kali menjalani laga final dengan Argentina.

Kesempatan pertama didapat di Copa America 2007. Saat itu, Messi yang tampil sejak awal harus melihat Argentina kalah 0-3 dari Brasil. Kesempatan kedua didapat di Piala Dunia 2014. Meski melaju hingga final, Messi harus menerima kenyataan Argentina takluk 0-1 dari Jerman.

Dua kesempatan terakhir didapat Messi di Copa America 2015 dan 2016. Sialnya, kali ini Argentina harus kalah dari lawan yang sama dan lewat adu penalti pula, yakni Chile. Ironisnya, Messi menjadi salah satu eksekutor penalti yang gagal mencetak gol kala babak tos-tosan di final Copa America 2016.

4. Pensiun Cepat dari Timnas
Seakan lari dari masalah, Messi malah memutuskan pensiun seusai kegagalan Argentina di final CopaAmerica 2016. Seusai laga, Messi langsung memberikan pernyataan, “”Tim nasional berakhir untuk saya. Saya memutuskan ini (pensiun) untuk diri saya dan untuk banyak orang yang menginginkan jadi juara. Saya telah mencoba sangat keras, tapi tidak pernah meraihnya (juara).”

Keputusan tersebut mengundang pertanyaan dari banyak pihak. Pasalnya, usia Messi untuk memperkuat Argentina masih sangat produktif. Dan, kemampuan Messi juga masih sangat dibutuhkan Argentina.

Alhasil, banyak pihak yang meminta Messi untuk mengubah keputusannya. Bahkan, masyarakat Argentina beramai-ramai turun ke jalan untuk meminta pensiun urung pensiun. Sebuah surat mengharukan juga dikirimkan seorang guru agar Messi kembali berseragam timnas.

Mengenai hal itu, Messi sama sekali belum memberikan jawaban. Itu karena Messi sedang disibukkan dengan hal lain. Selain kasus pajak, Messi juga sedang menikmati waktu liburan bersama keluarganya di Ibiza.

5. Tidak Modis
Messi dikenal sebagai orang yang tak bisa memililih kostum tepat untuk menghadiri sebuah acara penting. Hal itu merujuk pada pemilihan kostum Messi dalam menghadiri beberapa edisi terakhir acara penerimaan Ballond’Or.

Pada pemilihan Ballon d’Or 2013, Messi mendapat hujatan di media sosial karena kostum merah mencolok yang dikenakannya. Saat para pemain mengenakan tuxedo hitam, Messi justru memilih kostum warna merah seperti gaun yang digunakan penyanyi wanita AS, Beyonce.

Kesalahan serupa juga sempat dilakukan Messi pada pemilihan Ballon d’Or 2012. Kala itu, Saat itu, ia mengenakan jas warna hitam dengan motif polkadot. Sebagian besar ada yang membela, tapi juga tak sedikit yang mengkritik pemilihan setelan tersebut.

Roberto Mancini cuek dengan komentar istri Mauro Icardi

Roberto Mancini cuek dengan komentar istri Mauro Icardi

Roberto Mancini cuek dengan komentar istri  Mauro Icardi, Pelatih Inter Milan, Roberto Mancini, tidak menghiraukan komentar istri Mauro Icardi, Wanda Nara, terkait ketidaknyamanan suaminya.

Wanda memang aktif bersuara dalam beberapa hari terakhir. Dia menyatakan bahwa Icardi tidak mendapatkan gaji yang sesuai dengan kontribusinya di Inter.

Bahkan, Wanda “membongkar” proposal dari sejumlah klub untuk kapten Inter Milan tersebut, salah satunya adalah Juventus yang notabene rival Inter.

Hanya, Mancini enggan membahas komentar Wanda dan lebih memilih menyoroti kiprah Icardi pada sesi pramusim.

“Dia bekerja keras dalam latihan. Begitu juga semua pemain yang menunjukkan komitmen,” tutur Mancini.

“Apa yang terjadi di luar, saya tidak peduli. Saya tidak membaca surat kabar atau menonton televisi,” kata sang pelatih.

Roberto Mancini cuek dengan komentar istri  Mauro Icardi

Apabila polemik ini berujung hengkangnya Icardi, Inter bakal merasakan kehilangan besar di lini depan. Catatan gol striker asal Argentina itu selalu di atas 15 dalam dua musim terakhir.

Icardi juga merupakan pencetak gol terbanyak Serie A 2014-2015 dengan koleksi 22 gol dari 36 pertandingan.

Sebelumnya Wanda mengatakan bahwa ada tawaran dari klub lain untuk meminang suaminya Icardi.

Wanda mengungkapkan bahwa Juventus telah mengajukan tawaran sekitar 50 juta euro (Rp 727 miliar) untuk memboyong Icardi.

“Orang-orang mencoba membuat saya terlihat seperti seorang yang agen gila. Ada banyak tawaran untuk Icardi, tetapi itu bukan tugas saya untuk bernegosiasi. Peran saya adalah membahas kontrak Icardi,” ujar Wanda kepada Corriere della Sera, Rabu (13/7/2016).

“Pekan lalu, Direktur Olahraga Juventus Fabio Paratici bertemu dengan Piero Ausilio (Direktur Olahraga Inter), dan menawarkan lebih dari 50 juta euro untuk memboyong Icardi,” kata Wanda.

“Kemudian, mereka mengatakan bahwa kabar itu tidak benar. Namun, itulah yang terjadi. Saya tidak berbohong terkait hal tersebut,” ucap model asal Argentina itu.

“Secepatnya saya akan berbicara dengan pemilik klub. Mereka tak ingin menjual Icardi. Dia adalah simbol Inter. Seperti halnya Paul Pogba di Juventus,” tutur Wanda.

Film Becoming Zlatan yang menceritakan tentang Ibrahimovic

Film Becoming Zlatan yang menceritakan tentang Ibrahimovic

Film Becoming Zlatan yang menceritakan tentang Ibrahimovic, Sebelum dikenal sebagai salah satu pemain kontroversial karena berbagai tingkah laku dan perkataannya, Zlatan Ibrahimovic ternyata pernah menjadi seorang remaja yang kikuk.

Hal itu dikisahkan secara gamblang dan menarik dalam bentuk film dokumenter berjudul Becoming Zlatan (Menjadi Zlatan).

Proyek film Becoming Zlatan merupakan hasil karya Magnus Gertten dan Fredrik Gertten, sepasang kakak beradik asal Swedia yang pernah meraih penghargaan dalam bidang perfilman.

Dalam pengerjaannya, Becoming Zlatan menghabiskan waktu selama 17 tahun. Film dokumenter ini akan dirilis oleh Studio Canal dalam bentuk DVD dan digital download pada 15 Agustus 2016.

Film Becoming Zlatan yang menceritakan tentang Ibrahimovic

Becoming Zlatan tentunya akan menjadi film dokumenter yang layak dinantikan oleh para penggemar sepak bola. Pasalnya,Becoming Zlatan akan mengupas habis perjalanan karier Ibrahimovic.

Berdurasi 96 menit, Becoming Zlatan menampilkan sejumlah video Ibrahimovic yang belum pernah beredar sebelumnya, seperti aktivitasnya saat masih mengasah bakat di Malmo, hingga berada di klub sekelas Manchester United.

Pada dasarnya, Becoming Zlatan akan menunjukkan kerja keras Ibrahimovic dalam mencapai cita-citanya menjadi seorang pesepak bola besar di Eropa.

“Banyak orang membuat film tentang kehidupan dan uang saya. Jika subyek filmnya adalah saya, maka saya harus memiliki kontrol penuh,” ucap Ibra kepada media Swedia, Dagens Industri.

“Kami bisa membuat banyak film tentang saya. Seperti Rambo I sampai Rambo V, kami bisa bikin film Ibra-ca-da-bra satu sampai 10,” tutur kapten timnas Swedia tersebut.

Wajar apabila banyak produser yang ingin mengabadikan kisah Ibra ke dalam film. Pasalnya, ia memiliki karier yang unik.

Sejak meninggalkan klub pertamanya, Malmo FF, Ibrahimovic tak pernah gagal meraih gelar bersama tim yang ia bela. Kecuali trofi Liga Champions, Ibra mengantongi 2 titel Eredivisie, 6 scudetto, dan 4 kali juara Ligue 1. (Ade Jayadireja)

Penyerang andalan Paris Saint-Germain, Zlatan Ibrahimovic, memiliki impian menjadi bintang layar lebar. Ia ingin mempunyai film berseri seperti Rambo yang diperankan oleh Sylvester Stallone.

Payet salah satu pemain terbaik di Euro 2016 dan menjadi sasaran

Payet salah satu pemain terbaik di Euro 2016 dan menjadi sasaran

Payet salah satu pemain terbaik di Euro 2016 dan menjadi sasaran, Salah satu pemilik West Ham United, David Gold, menegaskan tidak akan menerima tawaran dari klub lain terkait Dimitri Payet jika angkanya masih di bawah 50 juta poundsterling (sekitar Rp 859 miliar).

Pada musim 2015-2016, performa Payet bersama West Ham memang mengesankan. Pemain sayap 29 tahun itu sukses mencatatkan 12 gol serta 15 assist dari 38 laga di seluruh kompetisi.

Kemudian Payet melanjutkan kiprah gemilangnya bersama tim nasional Perancis di ajang Piala Eropa 2016. Dalam tujuh laga di turnamen itu, termasuk laga final, Payet mencatatkan tiga gol dan dua assist.

Berkat penampilan impresifnya bersama Les Bleus, julukan timnas Perancis, Payet menjadi salah satu pemain yang masuk ke dalam Tim Terbaik Piala Eropa 2016.

Tak heran, nama Payet pun kini mulai dikaitkan dengan klub yang lebih besar. Berdasarkan informasi yang berkembang, Payet kabarnya diminati oleh Chelsea, Manchester City, dan Paris Saint-Germain (PSG).

West Ham pun tak akan begitu saja melepaskan Payet. Namun, jika terpaksa menjualnya, West Ham bakal memasang harga yang tinggi.

Payet salah satu pemain terbaik di Euro 2016 dan menjadi sasaran

“Sejumlah klub besar datang setelah Payet menunjukkan kemampuannya. Kami tidak akan mendengarkan tawaran apapun yang nilainya di bawah 50 juta poundsterling,” ujar Gold kepadaBBC Radio Five Live, Senin (11/7/2016).

“Selain itu, kami juga perlu menjaga pemain terbaik. Payet sangat penting bagi kami, dan dia tidak dijual,” kata Gold menegaskan.

Gold menyatakan bakal berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankan Payet. Terlebih lagi, Payet baru saja memperbarui kontraknya pada Februari 2016, yang akan membuatnya terikat di West Ham hingga 2021.

“Dia memiliki hubungan yang hebat dengan pelatih, dan hal itu sangat penting untuk seorang pemain. Dia tinggal di London bersama keluarganya, dan para penggemar memujanya,” ucapnya.

Kabar sebelumnya Bilic mengatakan ia sangat senang atas penampilan Payet di Piala Eropa 2016. Akan tetapi dia mengharapkan Payet tidak berniat meninggalkan tim.

“Sebagai seorang manajer klub, saat pemain Anda terlibat di Piala Eropa maka banyak yang tertarik. Tidak bisa dimungkiri Payet adalah salah satu bintang turnamen,” kata Bilic kepada Daily Mail.

“Saya mengerti dengan kesuksesan yang dia raih, segala spekulasi mengenai dirinya akan muncul. Tidak benar kabar yang mengatakan bahwa saya tidak ingin dia bermain baik agar dia tidak meninggalkan West Ham. Saya ingin dia bermain bagus. Saya ingin dia mencetak sebuah hat-trick dan hat-trick lainnya di final,” sambungnya.

Payet baru semusim membela West Ham. Dengan catatan 9 gol dan 12 assists mengantarkan Payet ke timnas Perancis.

 

Meskipun terluka Ronaldo tetap menjadi pahlawan

Meskipun terluka Ronaldo tetap menjadi pahlawan

Meskipun terluka Ronaldo tetap menjadi pahlawan, Eder tampil sebagai pahlawan Portugal saat menaklukkan Prancis 1-0 dalam final Piala Eropa 2016. Bagi Eder, Cristiano Ronaldo juga memiliki peran di balik golnya. Sebelum masuk lapangan, Ronaldo membisikkan Eder bahwa dirinya akan mencetak gol.

Nama Eder mungkin masih asing di telinga pencinta sepak bola dunia. Pasalnya, Eder tak pernah memperkuat tim-tim top Eropa. Karier penyerang bernama lengkap Ederzito Antonio Macedo Lopes itu dimulai bersama klub Portugal, Oliveira Hostpital. Lalu, ia hijrah ke Tourizense sebelum merapat ke Academica pada 2008.

Meski hanya mencetak 18 gol dari 105 laga, Sporting Braga merekrutnya di musim panas 2012. Bersama Braga, ia mencetak 33 gol dari 82 laga. Ia pun sempat berseragam Swansea City pada enam bulan awal musim 2015/2016. Lalu, ia dilempar ke Lille pada musim dingin 2016.

Bersama Lille, Eder kembali menemukan kepercayaan dirinya. Ia membukukan enam gol dari 14 laga. Itu yang membuat pelatih Fernando Santos memasukkan namanya ke dalam skuat Portugal di Piala Eropa 2016. Terbukti, keputusan Santos tak sia-sia.

Meskipun terluka Ronaldo tetap menjadi pahlawan

Meski hanya dimainkan sebagai pengganti di tiga laga dengan total 54 menit bermain, Eder sukses memanfaatkan kesempatan untuk unjuk gigi. Hebatnya, aksi Eder diperlihatkan saat Portugal menemui kebuntuan kala menghadapi tuan rumah Prancis dalam final Piala Eropa 2016 di Stade de Frace, Senin (11/7/2016) dinihari WIB.

“Ronaldo memberitahu bahwa saya akan mencetak gol kemenangan. Ia memberikan saya kepercayaan diri. Namun, gol itu juga hasil dari kerja keras tim. Kami spektakular sepanjang laga,” kata Eder, seperti dikutip Goal.

Eder sendiri memang baru masuk menggantikan Renato Sanches di menit 79. Tujuan Santos memasukkan Eder adalah untuk menambah daya dobrak Portugal yang tak diperkuat Ronaldo sejak menit 25. Keluar lapangan tak membuat Ronaldo duduk diam di bangku cadangan.

Layaknya asisten pelatih, ia terlihat mendampingi Santos untuk menyuntikkan semangat kepada rekan-rekannya. Tak jarang rekannya mendapat omelan Ronaldo karena dianggap membuang-buang waktu. Saking emosionalnya, Santos sampai sempat mendorong Ronaldo agar tak terlalu dekat dengan lapangan.

Terbukti, arahan yang diberikan Ronaldo menghasilkan hal positif. Portugal sukses memecahkan kebuntuan lewat tendangan keras mendatar Eder di menit 109. Gol kemenangan itu membuat para pemain Prancis tertunduk lesu di akhir pertandingan.

“Ini bagus untuk mengucapkan selamat. Saya tahu kesempatan saya akan datang ketika dipanggil timnas. Santos tahu kualitas saya dan ia mempercayai saya,” ungkap Eder.

Segalanya telah dipersiapkan untuk UEFA tahun 2020 dengan 24 tim

Segalanya telah dipersiapkan untuk UEFA tahun 2020 dengan 24 tim

Segalanya telah dipersiapkan untuk UEFA tahun 2020 dengan 24 tim, Badan Tertinggi Sepak Bola Eropa (UEFA) berniat untuk tetap menggunakan sistem 24 tim untuk Piala Eropa 2020.

Piala Eropa 2016 yang sedang digelar di Prancis diikuti 24 tim. Dalam beberapa edisi Piala Eropa sebelumnya, pesta sepak bola benua Eropa ini diikuti 16 tim.

Perubahan ini membuka kesempatan untuk 5 debutan yaitu Albania, Irlandia Utara, Slowakia, Islandia, dan Wales. Dua nama terakhir menjadi tim kejutan dengan lolos ke fase gugur.

Namun, keputusan UEFA menggelar format 24 tim mendapat kritik dari sejumlah kalangan, salah satunya pelatih Jerman, Joachim Loew.

Segalanya telah dipersiapkan untuk UEFA tahun 2020 dengan 24 tim

 

Dia menilai, perubahan ini telah mengurangi kualitas turnamen. Loew melihat kepadatan jadwal menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan Jerman.

Dengan penambahan jumlah kontestan dari 16 menjadi 24, turnamen harus menggelar babak 16 besar. Namun, UEFA bersikeras terhadap keputusannya bahwa tak ada perubahan jumlah peserta pada Piala Eropa 2020.

“Keputusan telah dibuat untuk 24 tim dan segalanya telah dipersiapkan untuk tahun 2020 dengan 24 tim,” kata Sekjen sementara UEFA, Theodore Theodoridis.

“Namun, panitia khusus (UEFA National Team Competitions Committee) terus mengkaji unsur-unsur yang berbeda dan dilengkapi dengan proposal. Namun untuk 2020, kami akan terus menggunakan format peserta 24 tim. Untuk 2024, terbuka lebar untuk perubahan dan akan menjadi sebuah diskusi yang menarik karena ada plus dan minus untuk setiap format,” sambungnya.

Bahkan, Theodoridis tidak menutup kemungkinan Piala Eropa bisa digelar dengan 32 tim suatu saat nanti.

“Seandaianya Anda bertanya kepada saya mengenai 32 tim, saya yakin kami memiliki lebih dari 32 tim yang sangat kompetitif di Eropa,” ujarnya.

Piala Eropa 2020 juga tidak akan digelar di satu negara saja. Piala Eropa kali ini digelar di 13 kota berbeda di seluruh Eropa. Sebanyak 12 kota akan menyajikan tiga pertandingan babak penyisihan grup dan satu laga di babak 16 besar atau perempat final. Satu kota tersisa akan menggelar partai semifinal dan final.

Hal ini berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya di mana UEFA biasanya menunjuk satu negara untuk mengelar babak penyisihan grup hingga final.